Ing wolak walike jaman


 2020-03-24 |  Desa Balongasem

Wolak-walik ing jaman dan jangka Jayabaya berlaku secara matematis yakni
selalu dimulai pada angka tahun khusus yang tidak bisa dibolak-balik
atau jika diwolak-walik akan sama saja jumlah angka hasilnya periodisasi berulang tiap seratus satu tahun
yakni jatuhnya pada tahun kembar dua digit dan dimulai sejak abad kedua belas - seratus tahun sejak masa kehidupan sang nujum itu sendiri hidup di abad kesebelas.
"wolak-walik ing jaman"
berupa peristiwa besar yang terjadi
pada abad ketigabelas (1200-an) dalam
"jangka Jayabaya" di tahun kembar pertama jatuh pada 1212 yakni peristiwa besar tampilnya seorang rakyat jelata bernama Arok mulai memimpin pasukan untuk menyerang Akuwu Tumapel, Tunggul Ametung. dan juga kerajaan Kediri.
Dalam sejarah peristiwa di abad keduabelas itu merupakan kudeta pertama
di Nusantara. Arok kelak marak sebagai seorang raja bergelar Sri Rajasa dan sebagai pendiri dinasti Majapahit.
Jangka Jayabaya di tahun kembar kedua 1313 wolak-walik ing jaman yang besar
ialah terjadinya peristiwa serangan pasukan Majapahit yang dipimpin Gajahmada terhadap para sahabat Raden Wijaya yang memberontak terhadap Majapahit tatkala Raden Wijaya wafat dan
digantikan oleh Kala Gemet.
Gajahmada kelak marak sebagai mahapatih Majapahit.
Tahun kembar ketiga 1414 Majapahit dilanda perang paregreg, musuh-musuh
Majapahit dibantu oleh Cheng Ho yang mendarat dari kapal-kapal mewah berangkat dari Tiongkok tiba pertama kali di Jawa di wilayah Semarang.
Cheng Ho juga menyebarkan Islam, mengakibatkan semakin cepat Majapahit yang beragama Hindu-Buddha meluncur menuju masa keruntuhannya.
Dan mulailah berdiri kerajaan Islam pertama di Jawa yakni Demak.
Tahun kembar keempat 1515 terjadi kedatangan bangsa Portugis dan berhasil berkuasa di Malaka, mereka mulai bersiap-siap menyerang pulau Jawa.
Kerajaan Demak yang dipimpin oleh Pangeran Sabrang Lor atau Patiunus yang berusaha mengusir Portugis dari Malaka dengan mengirimkan armada kapal perang gabungan Demak-Majapahit-Banten-Aceh ke wilayah yang diduduki oleh Portugis di
Selat Malaka yang sangat strategis jalur laut penting kapal yang menuju wilayah Nusantara.
Armada gabungan tersebut gagal merebut Malaka dari tangan Portugis yang lebih unggul dari segi teknologi kapal dan persenjataan di kapal.
Tahun kembar kelima 1616 baru beberapa tahun marak sebagai raja, Sultan Agung ing Ngalogo dari kerajaan Mataram mulai menyusun pasukan dan kekuatan militer lainnya untuk mengusir Belanda dari wilayah Batavia.
Serangan Mataran terhadap Batavia 1628-1629 tidak berhasil
mengusir Belanda dari Batavia.
Sultan Agung sudah mengerahkan semua kekuatan pasukan darat dan lautnya kira- kira duaratus ribu pasukan.
Tahun kembar keenam 1717 terjadi peristiwa Untung Suropati yang terus bertahan terhadap serangan Belanda
hingga akhirnya Untung Suropati tewas di benteng pertahanannya di daerah Bangil.
Perjuangan pasukan Untung Suropati terus dilanjutkan dengan menggabungkan diri bersama pasukan dari Surabaya dan bersama-sama menahan pasukan penakluk
Belanda yang datang dari wilayah Mataram Jawa Tengah.
Belanda tetap unggul karena lebih unggul dalam hal persenjataan dan strategi perangnya.
Tahun kembar ketujuh 1818, perang Jawa meletus, seorang pangeran
Diponegoro memimpin perlawanan terhadap Belanda.
Belanda memang sedang mengadakan serangan penaklukan di seantero penjuru Nusantara dalam rangka menyatukan wilayah Nusantara yang tunduk takluk pada pemerintah Hindia
Belanda yang sedang berusaha untuk memenuhi kebutuhan berbagai macam produk yang sangat dibutuhkan di pasar Eropa.
Tahun kembar kedelapan 1919 terjadilah revolusi Oktober di Rusia dan untuk pertama kalinya berdiri sebuah negeri sosialis yang berideologi marxist- leninis / komunis.
Di Hindia Belanda Baars, Snevliet adalah yang pertama
memperkenalkan ajaran sosialisme atau marxisme dan mendirikan ISDV pada sekitar tahun kembar tersebut.
Muara daripada ISDV adalah Partai Kamunis Indonesia yang hanya dalam dua tahun sejak berdiri mampu mengorganisir
pemberontakan di Sumatera Timur yang banyak terdapat perkebunan luas milik swasta dan pemerintah Hindia Belanda.
 Tahun kembar kesembilan 2020.
Tekone wolak-walik ing jaman dan tekone jaman Jayabaya atau jangka Jayabaya sudah lengkap segala sesuatu yang menjadi pertandanya.
Tanda-tanda yang disebutkan di awal tulisan ini sudah lunas dan lengkap terbukti semuanya.
Maka yang seharusnya bakal terjadi ialah peristiwa besar paling dahsyat atau stadium tingkat lanjut pada masa kesembilan
Jangka Jayabaya di masa wolak-walik ing jaman kali ini.
Peristiwa besar di tahun kembar mendatang adalah berhentinya wolak- walik ing jaman, atau terhentinya jaman terbalik-balik menjadi jaman baru, perubahan itu dapat terjadi setelah terjadi sesuatu peristiwa Yang Maha Besar.
Ada pun skenario lainnya yakni terus bersinambungnya Jangka Jayabaya menuju masa kesepuluh, dan itu berarti
terus berlanjutnya masa "wolak-walik ing jaman" untuk seratus tahun mendatang.
Dan itu artinya penderitaan manusia golongan tertentu di jaman terbalik-balik dan membingungkan akan berlanjut terus

Copy https://m.kaskus.co.id

Apakah covid 19 merupakan jawaban atas ramalan Prabu Jangka Jayabaya???

Waallhu a'lam semoga kita semua dijauhkan dari segala malapetaka dan selalu dalam lindungan Nya. Aminn