Sejarah Desa Jatipunggur



SEJARAH DESA JATIPUNGGUR

 

                Pada awalnya menurut cerita orang-orang terdahulu disebutkan bahwa nama Desa jatipunggur adalah merupakan gabungan dari kedua nama dusun yang berada di Desa Jatipunggur itu sendiri, yakni Dusun Jatisari dan Dusun Punggur.

 

                Yang masih menjadi pertanyaan dan menarik untuk digali lebih lanjut adalah kenapa Dusun Punggur mempunyai nama lain yaitu Dusun Bangkreng.

 

                Menutur sumber-sumber yang sempat dihimpun keterangannya, dahulu penduduk Dusun Punggur bertempat tinggal secara bergerombol, ada yang dekat punden dan ada juga yang dekat jalan raya.

 

                Orang-orang yang hidup di sekitar punden dahulu mengajak warga yang ada disekitar jalan raya untuk ikut pindah ke dekat punden tidak mau, karena mempunyai prediksi kalau yang akan jadi jalan raya dan ramai adalah daerah sekitar punden tersebut. Maka dari itu orang-orang tinggal di sekitar jalan raya dinamakan warga Bangkreng (hingga sekarang ), yang bisa diartikan Banggel dan Mekengkreng.

 

                Lambat laun seiring berjalannya waktu akhirnya orang-orang sekitar punden berbalik ikut pindah menuju ke sekitar jalan raya sampai sekarang menjadi jalan raya yang menghubungkan Desa Lengkong dan Desa Sawahan.

 

                Punden sampai saat ini masih ada dan setiap tahun dijadikan tempat untuk acara Tradisi Sedekah Dusun Punggur (Nyadran) yang mempunyai tujuan untuk mengirim Do’a kepada para Leluhur Desa Jatipunggur.

 

                Demikian juga Dusun Jatisari dahulu juga terdapat Punden yang dinamakan Sumur Duwur, namun lama kelamaan Tradisi Sedekah Dusun Jatisari yang dipusatkan di Sumur Duwur tersebut dipindahkan ke rumah kepala Desa atau Kepala Dusun yang mempunyai tujuan sama yakni berkirim Doa kepada para leluhur.

 

                Adapun untuk nama pemberian nama Punggur yang awalnya Bangkreng itu sendiri, menurut sesepuh desa berawal dari kejadian bencana banjir besar yang ada di Desa Lengkong,hingga  menyebabkan banyak warga Desa Lengkong mengungsi ke tempat yang lebih tinggi yakni Dusun Punggur (nama sekarang) yang letaknya lebih tinggi, yang dalam bahasa jawa disebut Munggur (tinggi/gundukan).      

 

                Untuk nama-nama Kepala Desa yang pernah menjabat hingga sekarang adalah sebagai berikut :

  1. SIPAH                                               :  Menjabat Tahun 1886 – 1921
  2. JOYO SENTONO                             :  Menjabat Tahun 1921 – 1945
  3. SUKARJI                                          :  Menjabat Tahun 1945 – 1991
  4. SUWITO                                           :  Menjabat Tahun 1991 – 1999
  5. KUSSUHADI                                    : Menjabat Tahun 1999 – 2007
  6. Hj. PRI WIBANDARI, SE.MM           : Menjabat Tahun 2007 - Sekarang